Kualitatif ataukah kuantitatif ?

Mengacu pada pendapat Creswell (1994), maka pemilhan atas metode penelitian (kualitatif ataukah kuantitatif) hendaknya mempertimbangkan lima faktor sebagai berikut:

a. Pandangan peneliti

Pandangan peneliti ini mencerminkan “kemantapan” peneliti terhadap asumsi ontologis, epistemologis, aksiologis dan metodologis dari salah satu pendekatan. Jika seseorang lebih tertarik dengan asumsi obyektifitas maka ia mesti memilih metode kuantitatif. Sedangkan mereka yang lebih cenderung pada kedalaman pemahaman dari suatu fenomena, maka ia mesti memilih metode kualitatif.

b. Latihan dan pengalaman peneliti

Latihan-latihan dan pengalaman penggunaan dari suatu metode penelitian tertentu, tentu saja sangat membantu dalam aplikasi metode tersebut. Dengan latihan dan pengalaman tersebut, seseorang menjadi lebih terbiasa dan semakin menguasai penerapan metode yang telah dikuasainya itu. Sebagai contoh, bagi para peneliti yang terlatih menggunakan teknik-teknik statistik, penulisan ilmiah teknis penggunaan software computer untuk analisis kuantitatif, dan terbiasa membaca jurnal kuantitatif di perpustakaan, maka ia akan lebih cocok untuk menggunakan metode kuantitatif. Sedangkan para peneliti yang memiliki banyak pengalaman dalam penulisan essay, terbiasa membaca jurnal penelitian kualitatif, menguasai software computer untuk analisis kualitatif, akan lebih memilih metode kualitatif.

c. Sisi psikologis peneliti

Bagi peneliti yang secara psikologis lebih nyaman dengan kondisi penelitian yang lebih pasti tanpa kerancuan dan frustasi, serta resiko lebih kecil, maka ia akan memilih metode kuantitatif. Hal ini karena metode kuantitatif memberlakukan prosedur dan peraturan yang cermat. Selain itu, metode kuantittaif juga lebih memungkinkan untuk pelaksanaan penelitian dalam waktu yang lebih singkat daripada penelitian dengan desain kualittaif.

Sedangkan peneliti yang bersedia mengambil resiko yang melekat dalam prosedur yang rancu dan pelaksanaan penelitian yang memerlukan waktu lama, maka ia cocok untuk memilih metode kualitatif.

d. Sifat masalah

“masalah” yang akan diteliti seringkali telah menunjukan “kecocokannya” dengan metode tertentu. Pengguna metode kuantitatif biasanya mendapatkan masalah dari kepustakaan dan hasil-hasil penelitian, yang digunakan sebagai pijakan penelitian. Variable-variabel penelitian dapat ditemukan dan dirumuskan sebelum penelitian dilakukan. Sedangkan pengguna metode kualitatif, pada umumnya harus menggali terlebih dahulu masalah penelitian, karena sedikitnya informasi tentang masalah tersebut. variable tidak banyak diketahui, oleh karena itu peneliti harus memusatkan perhatian terhadap konteks agar dapat memhamai fenomena yang sedang diteliti.

e. Pembaca penelitian

Pembaca penelitian adalah mereka yang membaca hasil penelitian sejak hasil penelitian siap dipublikasikan. Para pembaca tersebut antara lain adalah editor jurnal, pembaca jurnal, rekan sekerja, atau atasan tempat kerja. Metode penelitian yang cocok untuk dipilih, adalah yang dapat dipahami para pembaca.

Berdasarkan kelima pertimbanagan diatas, selanjutnya kita dapat menentukan metode mana yang menurut kita cocok untuk penelitian kita nantinya. Jika kita merasa cenderung dengan asumsi-asumsi kuantitatif, terbiasanya dengan analisa statistic, menguasai software untuk kuantitatif, memilki waktu penelitian yang relatif pendek, maka sudah selayaknya kita memilih metode kuantitatif.