Posted On April 17, 2017

Filed under hipotesa

Comments Dropped leave a response

Hipotesa (hypothesis) merupakan jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Hipotesa ini dirumuskan berdasarkan penjelasan teoretik yang diuraikan dalam kerangka teori, bukan jawaban asumtif peneliti  atas pertanyaan penelitiannya.

Dalam penelitian kuantitatif, terdapat dua tipe hipotesa yang sering dirumuskan oleh peneliti, yaitu hipotesa penelitian (research hypothesis) dan hipotesa statistik (statistical hypothesis).

a. Hipotesa penelitian adalah pernyataan yang menjelaskan hubungan antara dua variabel penelitian atau lebih yang dirumuskan oleh peneliti sebagai jawaban atas pertanyaan penelitian. Hipotesa penelitian dibangun peneliti berdasarkan pengetahuannya dan bersifat tentatif. Rumusan hipotesa penelitian, umumnya menggunakan kata “jika…., maka…..”. Contoh: jika penghasilan pegawai ditingkatkan, maka kinerja pegawai akan mengalami peningkatan.

b. Hipotesa statistik adalah hipotesa yang dibangun berdasarkan hipotesa penelitian, dengan mempertimbangkan kemungkinan hipotesa tersebut salah atau benar. Oleh karena itu, hipotesa statistik umumnya memuat dua pernyataan jawaban yang akan diujikan secara statistik. Kedua pernyataan tersebut bersifat mutually exhaustive dan sekaligus mutually exclusive, sehingga mecakup seluruh kemungkinan jawaban namun demikian tidak ada tumpang tindih diantara kedua jawaban tersebut. Pernyataan jawaban pada hipotesa statistik biasanya diberi simbol H0 (hipotesa nol) dan Hk (hipotesa kerja). Hipotesa nol (null hypothesis) menunjukan “tidak ada hubungan”, “tidak ada pengaruh”, atau “tidak ada perbedaan”. Sedangkan hipotesa kerja (working hypothesis) menunjukan “ada hubungan”, “ada pengaruh”, atau “ada perbedaan”. Pada hipotesa statistik ini, pengujian statistik dilakukan atas hipotesa nol. Sehingga, jika hipotesa nol ditolak, maka hipotesa kerja lah yang diterima sebagai jawaban atas pertanyaan penelitian.

Sementara itu, pada penelitian kualitatif sangat jarang dijumpai penelitian dengan menggunakan hipotesa. Jika kemudian peneliti menggunakan rumusan hipotesa pada penelitian kualitatif, biasanya memuat hasil penelitian serupa yang pernah dilakukan sebelumnya pada lokus yang berbeda. Ketidakadaan hipotesa pada penelitian kualitatif ini dikarenakan pelaksanaan penelitian kualitatif adalah bukan untuk uji hipotesa, akan tetapi untuk tujuan deskripsi atau eksplorasi. Hasil penelitian kualitatif selanjutnya kemudian dapat digunakan sebagai bahan untuk diujikan melalui penelitian kuantitatif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s